Seiring kata yang terangkai seonggok statement itu semakin mempercepat aliran ingus seorang anak berusia 11 tahun. Seluruh kesatuan kata bertema Tok-ketok itu langsung masuk ke dalam alam pikiran dan menghipnotis diri gue seutuhnya tanpa kurang sedikitpun. Fatalnya mahkluk Tok-ketok itu selalu muncul di pikiran, mencabik-cabik seluruh logika berpikir tanpa sisa.
Lalu siapakah tok-ketok itu?
Mahkluk seperti apa sih dia?Jin atau sejenisnya kah?Punya nenek ga?
Trus makannya apa?
Tinggal di RT atau RW mana?
Apa bisa buang air?(yang ini gue akui ga penting)
Untuk menjawab seluruh pertanyaan ga penting di atas, maka sudah menjadi kewajiban gue berperang dengan sebilah keyboard, serta bertunggang dengan seekor kursi(keliatan blasteran jin-manusia, bahasa jin mana tuh ''bertunggang'').
Walaupun nyokap daritadi nyuruh anterin ke sunatan, tetapi gue harus bisa melawan. Gila aja masa mahasiswa disuruh nemenin sunatan. Mau jadi apa generasi bangsa?
Hidup mahasiswa..
Note: Sampai sini dulu ya ceritanya nanti sambung lagi, ya maunya sih ga ikut ke sunatan, tapi ada yang masak kambing guling, jadi sayang buat dilewatkan.
TUNDA DULU YAH..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar